Anak yang nakal memiliki potensi untuk menjadi pengusaha sukses di kemudian hari. Sebut saja dua pengusaha sukses dunia, Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Keduanya, di-drop outdari Universitas Harvard.
Dalam penelitian ini, mereka membagi para pengusaha ke dalam dua kelompok, yakni pengusaha yang hanya terbatas pada bisnisnya dan pengusaha yang mengembangkan bisnisnya secara luas dan tak terbatas. Dari sini terlihat, pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang mau dan mampu mengembangkan bisnisnya secara luas. Dan uniknya, sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang sebagai“bad boys”.
Pengusaha yang berlatar belakang sebagai anak nakal rupanya tidak takut untuk mengambil risiko apapun, termasuk dalam hal bisnis. Psikolog tradisional melihat, berani mengambil risiko dianggap sebagai perilaku abnormal. Hal ini terkait dengan gangguan seperti penyalahgunaan narkoba dan depresi.
Namun penelitian mengatakan, pengusaha yang mampu mengadaptasi perilaku impulsif pengambilan risiko akan menangkap peluang usaha yang besar, bahkan saat mereka berada di bawah tekanan.
Mereka tidak takut untuk mengorbankan segala hal, termasuk keuangan, reputasi, bahkan keluarga dan harga diri mereka sendiri. Mereka juga menunjukkan pemikiran yang lebih fleksibel dan lebih impulsif sehingga lebih cepat beradaptasi dan mengembangkan bisnis hingga tumbuh pesat.
Maka, Jadilah anak nakal lalu menjadi pengusaha sukses di kemudian hari. amiiin
Dalam penelitian ini, mereka membagi para pengusaha ke dalam dua kelompok, yakni pengusaha yang hanya terbatas pada bisnisnya dan pengusaha yang mengembangkan bisnisnya secara luas dan tak terbatas. Dari sini terlihat, pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang mau dan mampu mengembangkan bisnisnya secara luas. Dan uniknya, sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang sebagai“bad boys”.
Pengusaha yang berlatar belakang sebagai anak nakal rupanya tidak takut untuk mengambil risiko apapun, termasuk dalam hal bisnis. Psikolog tradisional melihat, berani mengambil risiko dianggap sebagai perilaku abnormal. Hal ini terkait dengan gangguan seperti penyalahgunaan narkoba dan depresi.
Namun penelitian mengatakan, pengusaha yang mampu mengadaptasi perilaku impulsif pengambilan risiko akan menangkap peluang usaha yang besar, bahkan saat mereka berada di bawah tekanan.
Mereka tidak takut untuk mengorbankan segala hal, termasuk keuangan, reputasi, bahkan keluarga dan harga diri mereka sendiri. Mereka juga menunjukkan pemikiran yang lebih fleksibel dan lebih impulsif sehingga lebih cepat beradaptasi dan mengembangkan bisnis hingga tumbuh pesat.
Maka, Jadilah anak nakal lalu menjadi pengusaha sukses di kemudian hari. amiiin
by Unknown
Selasa, 17 September 2013
